Minggu, 05 Mei 2013

makalah ilmu peternakan



STUDY KELAYAKAN USAHA PERENCANAAN PEMBANGUNAN
PETERNAKAN AYAM KAMPUNG


NAMA ANGGOTA KELOMPOK:


*      BUDI HARIANTO
*      AZLAN SYAH
*      ANDI FIRDAUS 
*      RAPIKA
*      MIKWAL BAYU MANGGALA


LOKAL:IV/A
Dosen Pengampu: Ir.ENIZA SALEH M.Si

JURUSAN ILMU PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
UIN SUSKA RIAU
 2013


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
           Studi kelayakan usaha adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu usaha dilaksanakan dengan berhasil. Kalau seseorang atau pihak melihat suatu kesempatan usaha, maka timbul pertanyaan, apakah kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan secara ekonomis? Apakah  bisa mendapatkan suatu tingkat keuntungan yang cukup layak dari usaha tersebut? Pertanyaan pertanyaan tersebut yang sebenarnya mendasari dijalankannya studi kelayakan usaha.
          Rencana usaha tidaklah semata mata dapat langsung anda putuskan untuk dilakukan karena ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan agar usaha yang akan dilakukan nantinya dapat menguntungkan bukan sebaliknya menyebabkan kerugian.Oleh karena itu, rencana usaha harus dikaji secara mendalam melalui studi kelayakan usaha yang hasil dari studi itu tersebut membantu anda apakah rencana uasaha layak atau tidak untuk dilaksanakan.Usaha yang diteliti bisa berbentuk besar atau kecil, seperti usaha pembangunan tenaga nuklir, sampai dengan usaha jasa fotocopy.
          Tentu saja semakin besar program yang dijalankan, semakin luas dampak yang terjadi. Dampak ini bisa berupa dampak ekonomis, bisa juga yang bersifat sosial. Karena itu ada yang melengkapi studi kelayakan ini dengan analisa yang disebut analisa manfaat dan pengorbanan (cost and benefit analysis) termasuk didalamnya semua manfaat dan pengorbanan sosial (social cost and social benefit). Dengan demikian, pada umumnya suatu studi kelayakan usaha akan menyangkut 3 aspek, yaitu :
1.      Manfaat ekonomis usaha tersebut bagi usaha itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat financial). Yang berarti apakah usaha itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan  dengan resiko usaha tersebut.
2.      Manfaat ekonomi usaha tersebut bagi Negara. Sering juga disebut manfaat ekonomi nasional, yang menunjukkan usaha tersebut bermanfaat bagi ekonomi makro suatu Negara
3.      Manfaat sosial usaha tersebut bagi masyarakat sekitar, ini merupakan studi yang paling sulit dilakukan.
     tujuan dilakukannya studi kelyakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Tentu saja studi kelayakan ini akan memakan biaya, tetapi biaya tersebut relative kecil apabila dibandingkan dengan resiko kegagalan usaha.Dalam rangka studi kelayakan usaha tersebut hal-hal yang perlu diketahui adalah :
1.      Ruang lingkup kegiatan usaha. Di sini perlu dujelaskan/ditentukan bidang-bidang apa usaha akan beroperasi. Kalau misalnya usaha adalah pendirian pabrik tekstil, maka apakah pabrik tekstil ini merupakan usaha yang terpadu, ataukah hanya tahapan tertentu saja.
2.      Cara kegiatan usaha dilakukan. Di sini ditentukan apakah usaha akan ditangani sendiri, ataukah akan diserahkan  pada pihak lain. Siapa yang akan menanganinya.
3.      Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan berhasilnya seluruh usaha. Disini perlu diidentifikasikan factor-faktor kunci keberhasilan usaha semacam ini. Teknik yang bisa dipergunakan adalah dengan mengidentifikasikan “underpinnings” untuk usaha semacam ini.
4.      Sarana yang diperlukan oleh usaha. Menyangkut bukan hanya kebutuhan seperti : material, tenaga kerja, dan sebagainya, tetapi termasuk juga fasilitas-fasilitas pendukung, seperti jalan raya, transportasi, dan sebagainya.
5.      Hasil kegiatan usaha tersebut. Serta biaya-biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh hasil tersebut.
6.      Akibat-akibat yang bermanfaat ataupun yang tidak dari kegiatan usaha tersebut. Hal ini sering disebut juga sebagai manfaat dan pengorbanan ekonomis dan sosial.
7.      Langkah-langkah rencana untuk mendirikan usaha, beserta jadwal dari masing-masing kegiatan tersebut, sampai dengan usaha investasi siap berjalan.

            Pembangunan peternakan merupakan rangkaian kegiatan yang berkesinambungan untuk mengembangkan kemampuan masyarakat petani khususnya masyarakat petani peternak, agar mampu melaksanakan usaha produktif dibidang peternakan secara mandiri. Usaha tersebut dilaksanakan bersama oleh petani peternak, pelaku usaha dan pemerintah sebagai fasilitator yang mengarah kepada berkembangnya usaha peternakan yang efisien dan memberi manfaat bagi petani peternak
 Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel dan efisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal.
Dari pemikiran inilah mendorong seseorang untuk berusaha mengelolah usaha ternak ayam kampung. Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus diketahui adalah peluang pasar dan bagaimanan menggaet order.. Bagaimana peluang pasar yang hendak kita masuk dalam usaha kita dan bagaimana cara memperoleh order tersebut. Yang kedua adalah kita harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Yang ketiga adalah persiapkan mental dan keberanian memulai.
 Singkirkan hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan perang batin antara berkeinginan dan keraguan. Jangan lupa harus siap menghadapi resiko, dimana resiko usaha adalah untung atau rugi. Semakin besar untungnya maka resikonya pun semakin besar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tetapi gagal dari pada gagal mencoba.
Ada lima tujuan, pentingnya melakukan studi kelayakan usaha:
a)      Menghindari risiko kerugian
Studi kelayakan bertujuan untuk menghindari risiko kerugian keuangan di masa datang yang penuh ketidakpastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan akan terjadi atau terjadi tanpa dapat diramalkan. Dalam hal ini fungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan risiko yang tidak diinginkan, baik risiko yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.
b)      Ramalan tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, dapat mempermudah dalam melakukan perencanaan. Perencanaan tersebut, meliputi:
· Berapa jumlah dana yang diperlukan
· Kapan usaha akan dijalankan
· Di mana lokasi usaha akan dibangun
· Siapa yang akan melaksanakan
· Bagaimana cara melaksanakannya
· Berapa besar keuntungan yang akan diperoleh
· Bagaimana cara mengawasinya jika terjadi penyimpangan
Dengan adanya perencanaan yang baik, maka suatu usaha akan mempunyai jadwal pelaksanaan usaha, mulai dari usaha dijalankan sampai pada waktu tertentu.
c)      Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
Berbagai rencana yang sudah disusun akan memudahkan dalam pelaksanaan usaha. Rencana yang sudah disusun akan dijadikan acuan dalam mengerjakan setiap tahap usaha, sehingga suatu pekerjaan dapat dilakukan secara sistematis dan dapat tepat sasaran serta sesuai rencana.
d)     Memudahkan pengawasan
Pelaksanaan usaha yang sesuai rencana akan memudahkan untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya uasaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan dari rencana yang telah disusun. Di samping itu, pelaksanaan usaha dapat dilakukan secara sungguh-sungguh, karena ada yang mengawasi.

e)      Memudahkan pengendalia
Adanya pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat terdeteksi terjadinya suatu penyimpangan, sehingga dapat dilakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut. Tujuan dari pengendalian ini adalah untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng, sehingga tujuan perusahaan akan tercapai. Pihak-pihak yang berkepentingan.

B.     Tinjauan Pustaka
Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing Istilah "Ayam kampung" semula adalah kebalikan dari istilah "ayam ras", dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di sekitar perumahan.
Namun demikian, semenjak dilakukan program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras unggul ayam kampung. Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras (singkatan dari "ayam bukan ras") bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya (tidak sekadar diumbar dan dibiarkan mencari makan sendiri). Peternakan ayam buras mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung ekonomi masyarakat pedesaan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan pemeliharaannya relatif lebih mudah
            Ayam kampung adalah sebutan di Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani dengan cara budidaya massal komersial serta tidak berasal-usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk kepentingan komersial tersebut.Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung petelur ataupun pedaging. Hal ini disebabkan ayam kampung bertelur sebagaimana halnya bangsa unggas dan mempunyai daging selayaknya hewan pada umumnya
Sejarah ayam kampung dimulai dari generasi pertama ayam kampung yaitu dari keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus). Jenis ayam kampung sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Kutai.. Pada saat itu, ayam kampung merupakan salah satu jenis persembahan untuk kerajaan sebagai upeti dari masyarakat setempat. Keharusan menyerahkan upeti menyebabkan ayam kampung selalu diternakan oleh warga kampung dan menyebabkan ayam kampung tetap terjaga kelestariannya. Indonesia dianggap sebagai negara produsen yang aman karena produk ternak yang masih murni alami, dan bebas penyakit mulut dan kuku. Sampai saat ini ekspor hasil peternakan Indonesia relatif kecil dibandingkan nilai impor, tetapi tetap menggembirakan karena ekspor terus mengalami pertumbuhan 17 persen per tahun (Saputra, 2009.)   



C.    Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:

a)      Untuk mengetahui studi kelayakan usaha peternakan ayam kampung secar detail
b)       Untuk meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap protein yang berasal dari ternak;
c)      Untuk mengembangkan usaha budidaya untuk meningkatkan populasi, produktivitas dan produksi ternak
d)     Untuk mendapatkan berbagai informasi dalam menganalisi data peternakan
D.    Manfaat
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:

a)      Mahasiswa mampu mengetahui secara maximal menganai studi kelayakan usaha peternakan ayam kampung
b)      Memanfaatkan aspek-asoek peternakan ayam kampung didunia peternakan guna menopang perekonomian masyarakat
c)      Mahasiswa dapat mengetahui perencanaan usaha ayam kampung dalam kewirausahaan
d)     Mahasiswa analisis data dalam usaha ayam kampung
e)      Meningkatkan mahasiswa dalam beternak skala wirausaha peternakan ayam kampong
 












BAB II
PEMBAHASAN
A.    Proses dan Tahap Studi Kelayakan
a)      . Tahap Penemuan Ide atau Perumusan Gagasan
Dalam tahap ini wirausaha memiliki ide untuk merintis usaha barunya. Ide tersebutkemudian dirumuskan dan diidentifikasi dalam bentuk pemikiran dan kemungkinankemungkinanbisnis apa saja yang paling memberikan pluang untuk dilakukan danmenguntungkan dalam jangka waktu yang panjang.
b)     Tahap Memformulasikan Tujuan
Dalam tahap ini dalah tahap perumusan visi dan misi
c)      Tahap Analisis
Tahap ini merupakan tahap penelitian, yaitu proses sistematis yang dilakukan untuk membuat suatu keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. Adapun aspek-aspek yang diamati dan dicermati adalah:

· Aspek hukum
· Aspek Pasar dan Pemasaran
· Aspek Keuangan
· Aspek Ekonomi Sosial
· AspekLingkungan


d)     Tahap Keputusan
Merupakan tahap akhir yang merupakan pembuatan keputusan untuk melaksanakan
atau tidak suatu bisnis.
B.     Aspek-aspek dalam Penilaian
Tahap-tahap dalam pembuatan dan penilaian studi kelayakan hendaknya dilakukan secara benar dan lengkap. Setiap tahapan memiliki berbagai aspek yang harus diteliti, diukur dan dinilai sesuai dengan ketentuan. Secara umum prioritas aspek-aspek yang perlu dilakukan dalam studi kelayakan adalah:

1.      Aspek hukum
Dalam aspek ini yang akan dibahas adalah masalah kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan, mulai dari bentuk badan usaha sampai ijin-ijin yang dimiliki. Kelengkapan dokumen sangat penting karena hal ini merupakan dasar hukum yang harus dipegang, apabila di kemudian hari timbul masalah. Keabsahan dan kesempurnaan dokumen dapat diperoleh dari pihak-pihak yang menerbitkan atau  mengeluarkan dokumen tersebut.
Dokumen yang diperlukan meliputi:
· Akte Pendirian Perusahaan dari Notaris
· Bentuk badan usaha, serta keabsahannya dan bentuk badan usaha tertentu, seperti PT dan Yayasan harus disahkan oleh Departemen Kehakiman
· Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
· Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Di samping dokumen di atas, perusahaan juga perlu memiliki ijin-ijin tertentu, yaitu

· Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Departemen Perdagangan
· Surat Ijin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Departemen Perindustrian
· Ijin domisili, diperoleh melalui kelurahan setempat
· Ijin mendirikan bangunan (IMB), diperoleh melalui pemerintah daerah setempat
· Ijin gangguan, diperoleh melalui kelurahan setempat

Selain itu juga dibutuhkan beberapa dokumen penting lainnya, antara lain:

· Bukti diri (KTP/SIM)
· Sertifikat tanah
· Bukti Kepemilikan Kendaraan  Bermotor (BPKB)




2. Aspek Pasar dan Pemasaran
Setiap usaha yang akan dijalankan harus memiliki pasar yang jelas. Dalam aspek pasar dan pemasaran, hal-hal yang perlu dijabarkan adalah;

· Ada-tidaknya pasar (konsumen)
· Seberapa besar pasar yang ada
· Peta kondisi pesaing, terutama untuk produk yang sejenis
· Perilaku konsumen
· Strategi yang dijalankan untuk     memenangkan persaingan dan merebut pasar

yang ada.
Untuk mengetahui ada-tidaknya pasar dan seberapa besarnya pasar, serta perilaku konsumen, maka perlu dilakukan riset pasar, dengan cara:
·         Melakukan survey dengan terjun langsung ke pasar untuk melihat kondisi pasar yang ada. Dalam hal ini untuk mengetahui jumlah pembeli dan pesaing.
·         Melakukan wawancara dengan berbagai pihak yang dianggap memegang peranan. Dalam hal ini melakukan wawancara kepada pesaing secara diamdiam.
·         Menyebarkan kuesioner ke berbagai calon konsumen untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen saat ini. Dalam hal ini untuk mengetahui jumlah konsumen, daya beli dan selera.
·         Menawarkan produk dengan pemasangan iklan, seolah-olah produknya sudah ada. Dalam hal ini untuk melihat respon konsumen, waluapun produknya harus pesan terlebih dahulu.
Perlu diketahui bahwa, di dalam pasar, sebesanrnya dapat dibagi menjadi 2 kelompok pasar, yaitu:
· Pasar nyata: sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, pendapatan dan akses pada suatu produk tertentu
· Pasar potensial: sekumpulan konsumen yang memiliki minat terhadap suatu produk, tetapi belum didukung oleh akses dan pendapatan. Namun suatu saat,
apabila telah memiliki pendapatan dan akses, mereka akan membeli. Setelah diketahui pasar dan potensinya, maka langkah selanjutnya adalah menyusun strategi pemasaran, yang meliputi:

· Strategi produk
· Strategi harga
· Strategi lokasi dan distribusi
· Strategi promosi

3. Aspek Keuangan
Dalam aspek keuangan, hal-hal yang perlu digambarkan adalah jumlah investasi, biaya-biaya dan pendapatan yang akan diperoleh. Besarnya investasi berarti jumlah dana yang dibutuhkan, baik untuk modal investasi pembelian aktiva tetap maupun modal kerja, selain itu juga biaya-biaya yang  diperlukan selama umur investasi dan pendapatan.Untuk dapat melakukan penilaian investasi, maka sebuah perusahaan harus memubuat laporan keuangan. Adapun fungsi laporan keuangan, secara umum adalah:
· Memberikan informasi keuangan tentang jumlah aktiva dan jenis-jenis aktiva
· Memberikan informasi tentang jumlah kewajiban, jenis-jenis kewajiban dan  jumlah modal
· Memberikan informasi tentang hasil usaha yang tercermin dari jumlah pendapat   yang diperoleh dan sumber-sumber pendapatan
· Memberikan informasi tentang jumlah biaya yang dikeluarkan berikt jenis-jenis biaya dalam periode tertentu
· Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi di dalam aktiva , kewajiban dan modal di dalam suatu perusahaan
· Memberikan informasi tentang kinerja manajemen dalam suatu periode dari  hasil-hasil laporan keuangan yang disajikan.


4. Aspek Teknik/Operasi
Dalam aspek teknis atau operasi, hal-hal yang perlu digambarkan adalah:
· Lokasi usaha
Lokasi merupakan tempat melayani konsumen. Dengan demikian, maka perlu dicari lokasi yang tepat sebagai tempat usaha, karena akan memberikan keuntungan sebagai berikut:
_ Pelayanan yang diberikan kepada konsumen dapat lebih memuaskan
_ Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja yang diinginkan, baik jumlah dan kualitasnya
_ Kemudahan dalam memperoleh bahan baku atau bahan penolong dalam jumlah yang diinginkan secara terus-menerus
_ Kemudahan untuk memperluas lokasi usaha karena biasanya sudah diperhitungkan untuk usaha perluasan lokasi sewaktu-waktu
_ Memiliki nilai atau harga ekonomi yang lebih tinggi di masa yang akan datang
_ Meminimalkan terjadinya konflik, terutama dengan masyarakat dan pemerintah setempat
· Penentuan layout/tata letak
Penentuan layout perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kenyamanan, keindahan, efisiensi, biaya, fleksibilitas. Dengan pertimbangan di atas, maka akan diperoleh keuntungan sebagai berikut:
_ Ruang gerak untuk beraktivitas dan pemeliharaan memadai. Artinya suatu
ruangan didesain sedemikian rupa, sehingga tidak terkesan sumpek.Kemudian layout juga harus memudahkan untuk melakukan pemeliharaan
ruangan atau gedung.
_ Pemakaian ruangan menjadi efisien. Artinya pemakaian ruangan harus dilakukan secara optimal, jangan sampai ada ruangan yang menganggur atau tidak terpakai karena hal ini akan menimbulkan biaya bagi perusahaan.
_ Aliran material menjadi lancar. Artinya jika layout dibuat secara benar, maka produksi menjadi tepat waktu dan tepat sasaran.
_ Layout yang tepat memberikan keindahan, kenyamanan, kesehatan dan keselamatan kerja yang lebih baik, sehingga memberikan motivasi yang tinggi kepada karyawan. Di samping itu, pelanggan pun betah untuk
bertransaksi atau berurusan dengan perusahaan.

· Teknologi yang digunakan
Teknologi yang digunakan harus sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini dan yang akan datang, serta harus disesuaikan dengan luas produksi, supaya  tidak terjadi kelebihan kapasitas.
· Volume produksi
Volume produksi harus relevan dengan potensi pasar dan prediksi permintaan, sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan kapasitas. Volume operasi yang berlebihan akan menimbulkan masalah dalam penyimpanan, sedangkan volume produksi yang kurang akan menyebabkan hilangnya pelanggan.

· Bahan baku dan bahan penolong
Bahan baku dan bahan penolong serta sumber daya yang diperlukan harus cukup tersedia. Persediaan tersebut harus sesuai dengan volume produksi.
· Tenaga kerja
Meliputi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan kualifikasi yang sesuai dengan pekerjaan yang ada agar penyelesaian pekerjaan bisa lebih cepat, tepat
dan hemat.
5. Aspek Ekonomi Sosial
Gambaran dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek tersebut dijalankan. Pengaruh tersebut terutama terhadap ekonomi secara luas serta dampak sosialnya terhadap masyarakat secara keseluruhan.
Dampak ekonomi meliputi:
· Jumlah tenaga kerja yang tertampung, baik yang bekerja di pabrik maupun masyarakat yang di luar pabrik
· Peningkatan pendapatan masyarakat
Demikian pula, perusahaan perlu mencamtumkan dampak sosial yang ada dalam hasil penelitian. Dampak sosial yang muncul akibat adanya usaha berupa
tersedianya sarana dan prasarana, antara lain:

· Pembangunan jalan
· Penerangan
· Sarana telepon
· Sarana air minum



6. Aspek Dampak Lingkungan
Aspek dampak lingkungan merupakan analisis yang paling dibutuhkan pada saat ini, karena setiap proyek yang dijalankan akan memiliki dampak yang sangat besar terhadap lingkungan di sekitarnya, antara lain:

· Dampak terhadap air
· Dampak terhadap tanah
· Dampak terhadap udara
· Dampak terhadap kesehatan manusia

Pada akhirnya pendirian usaha akan berdampak terhadap kehidupan fisik, flora dan fauna yangada di sekitar usaha secara keseluruhan.
C.      Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah suatu metode penyusunan strategi perusahaan atau organisasi yang bersifat satu unit bisnis tunggal.  Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
 Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.  

            Kata-kata tersebut dipakai dalam usaha penyusunan suatu rencana matang untuk mencapai tujuan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam penyusunan suatu rencana yang baik, perlu diketahui daya dan dana yang dimiliki pada saat akan memulai usaha, mengetahui segala unsur kekuatan yang dimiliki, maupun segala kelemahan yang ada. Data yang terkumpul mengenai faktor-faktor internal tersebut merupakan potensi di dalam melaksanakan usaha yang direncanakan.
Dilain pihak perlu diperhatikan faktor-faktor eksternal yang akan dihadapi yaitu peluang-peluang atau kesempatan yang ada atau yang diperhatikan akan timbul dan ancaman atau hambatan yang diperkirakan akan muncul dan mempengaruhi usaha yang dilakaukan.Dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT adalah perkembangan hubungan atau interaksi antar unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman. Didalam penelitian analisis SWOT kita ingin memproleh hasil berupa kesimpulan-kesimpulan berdasarkan ke-4 faktor dimuka yang sebelumnya telah dianalisa :       
*      Strategi Kekuatan-Kesempatan (S dan O atau Max-max)

Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini adalah memanfaatkan kekuatan atas peluang yang telah diidentifikasi. Misalnya bila kekuatan perusahaan adalah pada keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan kualitas yang lebih maju, yang keberadaanya dan kebutuhannya telah diidentifikasi pada analisis kesempatan.
*      Strategi Kelemahan-Kesempatan (W dan O atau Min-max)
Kesempatan yang dapat diidentifikasi tidak mungkin dimanfaatkan karena kelemahan perusahaan. Misalnya jaringan distribusi ke pasar tersebut tidak dipunyai oleh perusahaan. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah bekerjasama dengan perusahaan yang mempunyai kemampuan menggarap pasar tersebut. Pilihan strategi lain adalah mengatasi kelemahan agar dapat memanfaatkan kesempatan.


*      Strategi Kekuatan-Ancaman (S atau T atau Max-min)

Dalam analisa ancaman ditemukan kebutuhan untuk mengatasinya. Strategi ini mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang dapat mengurangi atau menangkal ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga.
Strategi Kelemahan-Ancaman (W dan T atau Min-min)
Dalam situasi menghadapi ancaman dan sekaligus kelemahan intern, strategi yang umumnya dilakukan adalah “keluar” dari situasi yang terjepit tersebut. Keputusan yang diambil adalah “mencairkan” sumber daya yang terikat pada situasi yang mengancam tersebut, dan mengalihkannya pada usaha lain yang lebih cerah. Siasat lainnya adalah mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang lebih kuat, dengan harapan ancaman di suatu saat akan hilang. Dengan mengetahui situasi yang akan dihadapi, anak perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang perlu dan bertindak dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah dan mantap, dengan kata lain perusahaan dapat menerapkan strategi yang tepat.
D.    Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung
Peluang Usaha Ayam kampung penghasil telur tetas di pengaruhi oleh tingginya permintaan DOC ( Day Old Chick ) , dan kurangnya penyedia telur ayam kampung untuk ditetaskan . Oleh sebabitu harga DOC ayam kampung relatif stabil . Melirik kembali usaha pemeliharaan induk ayam kampung sebagai penghasil telur tetas menurut kami tidak ada salahnya dan belum terlambat.       
            Jenis ayam kampung yang bisa diusahakan sebagai penghasil telur adalah ayam kampung asli (ayam sayur, ayam buras, ayam berkeliaran dan sebutan lainnya), ayam nunukan, ayam kedu putih, ayam kedu hitam, ayam pelung dan jenis lainnya. Dari jenis tersebut produksi telur tertinggi (per tahun) secara berurutan adalah ayam kedu hitam, kedu putih, dan nunukan, pelung dan sayur. 
Untuk memulai usaha ini bisa dimulai dengan membeli DOC dan melakukan seleksi sampai dengan ayam mulai bertelur, bisa juga dengan membeli ayam dara (sekitar umur 20 minggu), dan bisa juga membeli ayam yang sudah berproduksi (sekitar 7 bulan). Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan karenanya sebelum memulai usaha disarankan untuk menimbang-nimbang dan memperbanyak informasi sebelum memutuskan pilihan usaha. 





ANALISA SWOT    
:
STRONG ( Kelebihan) :
1) Jenis ayam kampung ini lebih mudah di pelihara nya dibandingkn dengan ayam lainnya.           
2) Hasil yang di dapat cukup menguntungkan
3) Biaya pemeliharan dan makanan cukup murah
4) Bibit ayam cukup mudah

WEAKNESS (kelemahan):

1) Peternakan yang kotor bisa mengakibatkan penyakit
2) Ayam yang mati dapat berpengaruh pada ayam lainnya.
3) Harus lebih maximal dalam kebersihan nya.
4) Untuk usaha ini memerlukan lahan yang cukup luas.

OPORTUNITY ( kesempatan) :
1) Usaha ini cukup menguntungkan karna banyak peminatnya
2) Banyak nya persaingan anatar perternakan sehingga menjadikan usaha ini banyak di minati.
3) Adanya lahan yang luas dapat di gunakan untuk perternakan.



TARGET ( Sasaran ) :
1) pedangang daging
2) restoran
3) warung-warung makan kecil
4) warga sekitar

sumber :
http://idepeluangusaha.com/peluang-usaha-ternak-ayam-kampung-penghasil-telur-tetas/
http://www.muksin.com/2009/09/info-ternak.

FAKTOR –FAKTOR YANG BISA DI KENDALIKAN PADA USAHA PETERNAKAN AYAM :
1) jumlah bibit atau jumlah pemeliharaan ayam.
2) Jumlah pakan(makanan)
3) Jenis bibit ayam


FAKTOR-FAKTOR YANG TIDAK DAPAT DI KENDALIKAN PADA USAHA PETRNAKAN AYAM :
1) Suhu ruangan yang dibutuhkan ayam
2) Keadaan iklim
3) Kebijakan pemerintah
4) Banyak nya jenis penyakit pada ayam

FAKTOR-FAKTOR YANG BISA MEMEPENGARUHI USAHA TERSEBUT :
1) Luas lahan
2) Pemilihan bibit ayam
3) Persaingan antar peternak
4) Kebersihan petrnakan
5) Kesehatan ayam

STRENGTH

PRODUK
-          Strains cobb jenis light sussex berkulitas terbaik dari jenis lain yang memberikan manfaat lebih terjamin untuk mencapai kemaksimalan
PENGELOLAAN
-          Masa panen lebih cepat
-          Kemudahan untuk mendapatkan bibit D.O.C
-          Manajemen yang terencana dengan bentuk penadministrasian
SUMBER DAYA
-          Tenaga ahli yang profesional
-          Faktor pendukung peternakan tersedia (air, pakan, sekam)
DISTRIBUSI
-          Dekat dengan akses jalan
-          Pendistribusian kepada 1 perusahaan, hal ini mengurangi resiko



WEAKNESS

PRODUK
-          Ayam yang mudah mati
-          Pengiriman D.O.C dari perusahaan suka telat
-          Pengobatan yang belum memadai akibat teknologi
PENGELOLAAN
-          Lay out kandang terlalu sempit apabila masa panen
-          Pengembangan usaha kesempatannya kecil karena terpaku oleh perizinan
LINGKUNGAN
-          Sekitar kandang banyak pohon-pohon yang menghalangi sirkulasi angin

OPPORTUNITIES

PERSAINGAN
-          Semakin kompetitif berkreasi dalam memanfaatkan produk sampingan
KONDISI PEREKONOMIAN
-          Pendapatan masyarakat tingkat menengah semakin membaik
-          Minat masyarakat semakin tinggi akan produk ayam broiler
SUMBER DAYA
-          Tenaga ahli yang memiliki kemampuan dalam mengelola sangat banyak apabila tenaga kerja kita keluar maka untuk mendapatkan tenaga kerja yang lain mudah didapatkan


THREATS

PERSAINGAN
-          Volume pesaing semakin banyak
PRODUK
-          Banyak sekali berbagai macam penyakit yang menyerang ayam
-          Pertumbuhan ayam melambat karena faktor penyakit
PRODUKSI
-          Pakan yang semakin mahal
-          Persediaan pakan semakin berkurang karena pengiriman telat
-          Pencemaran air akibat sumber air yang terkontaminasi
LINGKUNGAN
-          Sirkulasi angin terhambat
-          Perizinan kepada masyarakat setempat



E.      Aspek produksi dan  Analisa usaha

Dalam proses produksi peternakan ayam perlu beberapa tahap yaitu :
Ø  Tahap Awal
Pada tahap ini pembuatan kandang peternakan. Dikarenakan berbasis kemitraan dengan perusahaan tidak begitu bermanfaat apabila kita membuat kandang sendiri karena biayanya terlalu besar. Maka dari itu, saya menggunakan kandang peternakan dengan menyewa per 1 tahun karena hal ini merupakan langkah yang nantinya apabila ada pencabutan izin dari pemerintah setempat karena beberapa faktor.
Tapi dengan cara menyewa tersebut maka pengeluaran bisa terkendali dan biaya perincian lainnya mudah untuk di audit. Pada kandang yang saya ajukan adalah kandang ukuran 8 x 50 m2 dengan kapasitas ayam 3000 ekor. Kelebihan pada kandang yang saya ajukan tersebut adalah sirkulasi udara yang baik, pencahayan dari matahari pun baik dan dekat dengan sumber air. Kandang pada peternakan ayam yang saya sewa adalah kandang panggung karena memiliki kelebihan pemanfaatan kotoran ayam menjadi pupuk kandang.

Ø  Tahap Kedua
Pada tahap ini adalah tahap pemeliharaan ayam D.O.C. dimulainya dengan apa yang dinamakan periode pemanasan. Pada tahap ini D.O.C diberi pemanas karena D.O.C berada dalam masa paling kritis sebab sedang mengalami proses adaptasi dengan lingkungan yang baru. Pada periode ini juga D.O.C mengalami pembentukan kekebalan tubuh dan masa awal pertumbuhan semua organ tubuhnya.
Selain periode pemanasan sebetulnya tidak hanya memanasi D.O.C tetapi kegiatan yang harus dilaksanakan dalam kandang ayam banyak sekali, diantaranya : menyalakan alat pemanas dan mengatur suhu ( temperatur) ruangan dalam kandang, memberi dan mengontrol keadaan sekam, mengubah (memperlebar) lingkaran pelindung, menyiapkan, mengontrol dan mengganti air minum D.O.C , menyiapkan dan mengontrol pakan D.O.C, mengecek kuantitas dan kualitas D.O.C, melakukan seleksi anak ayam, mengatur ventilasi kandang dan melaksanakan program produksi secara benar.
Pada tahap pemeliharaan yang dilakukan pada masa D.O.C yang harus benar-benar dilakukan program dengan sebaiknya karena akan meminimalkan angka kematian ayam pada masa D.O.C yang rentang terhadap penyakit. Selanjutnya pada masa minggu 1,2,3 akan sama proses dalam pemeliharaannya tetapi pada masa itu penangan penyakit sangat banyak dilakukan juga. Karena proses produksi pemeliharaan ayam broiler memakan waktu 4 atau 5 minggu untuk mencapai target yang sudah ditetapkan yaitu 2-3 kg per ayam.

Ø  Tahap Ketiga
Pada tahap ini adalah tahap pemanenan pada minggu ke-4 atau 5. Dengan masa pemanenan maka peternakan ayam tidak terlepas dari biaya tambahan untuk proses pengangkutan ayam dari kandang sampai mobil pengangkut. Adapun hal yang diperhatikan atau dilakukan adalah pertama, menentukan jadwal kandang dan jumlah tenaga kerja. Kedua, mempersiapkan peralatan panen. Ketiga, mengurangi ransum pakan pada ayam. Keempat, membuat laporan stok ayam. Kelima, ayam terbebas dari antibiotik ketika dipanen.
ü  Modal kandang
Sewa kandang                             5 tahun@ Rp. 15.000.000             Rp. 75.000.000
Peralatan :
-          CFT                                                15 unit@ Rp. 15.000       Rp. 225.000
-          Feeder tube                                   30 unit@ Rp. 20.000       Rp. 600.000
-          Galon minum                                25 unit@ Rp. 20.000       Rp. 500.000
-          Selang air                                                                                Rp. 300.000
-          Pemanas kandang                         5 unit@ Rp. 120.000       Rp. 600.000
-          Penutup dinding (terpal)                                                         Rp. 300.000
Total biaya peralatan                                                                         Rp.2.525.000
Total modal kandang                                                                        Rp. 77.525.000
ü  Modal instalasi air
Bayar instalasi air                        5 tahun@ Rp. 8.000.000               Rp. 40.000.000
Total dari seluruh modal investasi dalam periode 5 tahun adalah (Rp. 77.525.000 + Rp. 40.000.000) = Rp. 117.525.000
Modal Kerja
Modal kerja yang diperuntuhkan untuk jangka waktu 5 tahun. Perinciannya adalah setiap 4 minggu /panen maka untuk 1 tahun =  = 12 kali panen. Jadi perkaliannya 12 kali panen@5 tahun = 60 kali panen. Di bawah rincian biaya per satu kali panen :
v  DOC                                    3000 ekor@ Rp. 2.500                    Rp. 7.500.000 (1xpanen)
v  Pakan ayam  yang diperoleh 100 karung@50 kg = 5.000 kg. Keterangan untuk 480.000 kg diperoleh untuk pemeliharaan 3000 ekor ayam, tingkat kematian 20% per periode panen, masa berat yang diperoleh periode panen 2 kg.
·         Biaya                                 5.000 kg@ Rp.2.500                Rp.12.500.000 (1xpanen)
v  Obat-obat dan vaksin          3000 ekor@ Rp. 1000              Rp.  3.000.000 (1xpanen)
v  Penyusutan                          1 tahun                                        Rp.  5.000.000
v  Biaya operasional per satu ekor ayam
v  Biaya tenaga kerja                  Rp. 300
v  Biaya listrik                             Rp. 30
v  Biaya LGP                                Rp. 200
v  Biaya kapur                             Rp. 20
v  Biaya sekam                            Rp. 100
v  Biaya lain-lain                         Rp. 60
Jumlah                                               Rp. 710
Factory Over Head satu periode panen 3000 ekor@Rp. 710     Rp.  2.130.000 (1xpanen)
                                                          
Total modal kerja yang dibutuhkan                                 Rp. 301.560.000/ panen 1 tahun
Penyusutan 1 tahun                                                          Rp.    5.000.000
Untuk 12 kali panen                                                         Rp. 306.560.000
Modal investasi secara keseluruhan untuk memperoleh peternakan ayam broiler komersial adalah Rp. 117.525.000 + Rp. 306.560.000 = Rp. 424.085.000





Ø  Perhitungan Ekonomi Ayam Kampung Pedaging
Berdasarkan pengalaman di lapangan, usaha ayam kampung menguntungkan. Perhitungan ekonomi usaha ayam kampung pedaging per ekor selama 9 minggu pemeliharaan sebagai berikut :

No.
Komponen
Jumlah
A.
Biaya  Pemeliharaan :


1. DOC : Rp 6.000,-/ekor
Rp   6.000,-

2. Pakan : 2,5 kg x Rp 5.200,-
Rp 13.000,-

3. Operasional
Rp   1.500,-

a. Kandang ………………           Rp 300,-


b. Litter (sekam padi) ……           Rp 150,-


c. Pemanas ………………           Rp 200,-


d. Vitamin, vaksin, obat-obatan                                                                                                 Rp 600,-


e. Tenaga kerja …………..           Rp 250,-


Total Biaya Pemeliharaan
Rp 20.500,-
B.
Hasil penjualan : 1 kg x Rp 25.000,-
Rp 25.000,-

Selisih
Rp   4.500,-



Ø  Teknik Pemeliharaan Ayam Kampung Pedaging
Pemeliharaan ayam kampung pedaging terdiri dari beberapa aktivitas, yaitu :
v  Menyiapkan kandang dan peralatannya
Cara menyiapkan kandang dan peralatannya sebagai berikut :
1. Menghitung kebutuhan kandang dan peralatannya.
Apabila menggunakan tempat pakan – tempat minum kecil (kapasitas 5 kg pakan – 5 liter air), maka tempat pakan – tempat minum yang diperlukan masing-masing 2 buah/100 ekor ayam. Sedangkan apabila menggunakan tempat pakan – tempat minum besar (kapasitas 7 kg pakan – 7 liter air) diperlukan masing-masing 30 buah/1.000 ekor. Untuk populasi 1.000 – 1.500 ekor pemanas gas yang diperlukan 2 buah, tabung 2 buah. Selama  sekitar 10 hari dengan kandang indukan, gas yang dihabiskan 4 tabung. Sekam yang diperlukan 50 – 60 karung.

2. Melakukan sanitasi kandang, peralatan dan lingkungannya.
Sebelum DOC datang (2 minggu),  kandang dan peralatannya dibersihkan, disikat dengan air sabun, kemudian disemprot menggunakan larutan  desinfektan. Seminggu  sebelum DOC datang kandang  dilabur menggunakan kapur gamping, kemudian  sehari sebelum DOC datang penyemprotan diulang lagi dengan larutan  desinfektan. Selain kandang  dan peralatan  kandang yang digunakan, juga dibersihkan  dengan jalan mencucihamakan.
3. Membuat kandang indukan (brooding)
a. Buat lingkaran, bahan yang digunakan bisa seng atau terpal. Hitung diameter lingkaran dengan kepadatan DOC 50 ekor/m2 .Sebagai patokan, lingkaran yang dibuat dengan jari-jari 2,5 m atau diameter 5 m untuk 1.000 ekor/1.200 ekor.  Tingg pembatas (chick guard) sekitar 45 – 60 cm. Brooding dapat berbentuk lingkaran, dapat pula berbentuk persegi.
b. Pasang sekam
Setelah brooding ring siap, taburkan sekam di atas lantai dengan ketebalan sekitar 3 cm, pemberiannya secara bertahap.
c. Pasang pemanas
Beberapa pemanas yang dapat digunakan antara lain gas, batu bara, serbuk gergaji.
v  Menerima kedatangan DOC (Day Old Chick)
Beberapa aktivitas yang dilakukan pada saat DOC ayam kampung datang :
1. Menurunkan box DOC dari kendaraan untuk dibawa masuk ke dalam kandang.
Sebelum DOC diturunkan, pastikan bahwa box DOC dalam kondisi utuh dan terjamin keasliannya. Hitung jumlah box DOC sesuai dengan pesanan, baru kemudian dibawa masuk ke dalam kandang dengan cara hati-hati sehingga DOC aman, nyaman dan selamat.
2. Menimbang DOC
Untuk mengetahui rata-rata bobot badan DOC, dapat dilakukan dengan cara menimbang sampel DOC dalam box.
3. Menyeleksi dan menghitung jumlah DOC
DOC ayam kampung diturunkan dari dalam box sambil diseleksi atau dipilih dan dihitung (102 ekor/ box). Biasanya DOC yang dipasarkan, sebelumnya sudah dilakukan seleksi terlebih dahulu, sehingga jarang sekali ditemui DOC yang tidak baik. Namun demikian tak ada salahnya jika mengetahui ciri-ciri DOC yang baik, yaitu sehat, tidak cacat, berdiri tegak, gerakan aktif dan lincah, ukuran tubuh normal, mata bersinar cerah, paruh baik, pusar kering, bersih, kloakan terbuka, kering bersih.
4. Menghitung rata-rata bobot badan DOC ayam kampung
Untuk mengetahui rata-rata bobot badan DOC ayam kampung dilakukan dengan cara:
a. Timbang Box berisi DOC, catat hasilnya.
b. Timbang box kosong, catat hasilnya.
c. Hitung rata-rata berat badan DOC dengan cara menghitung selisih berat box berisi DOC dengan box kosong dibagi dengan jumlah DOC.
Rata-rata berat badan DOC (g/ekor)   =  Berat box berisi DOC – Berat box Jumlah DOC
5. Memberi air minum dan pakan DOC ayam kampung yang baru       datang
Setelah DOC dimasukkan ke dalam kandang indukan (brooding), kemudian diberi air minum dan pakan. Air minum yang diberikan dicampur/ ditambah dengan air gula sebanyak 5 gram/liter atau vitamin sebanyak 5 gram/10 liter atau 20 gram/ 40 liter air (1 : 2). Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi stress DOC yang diakibatkan dalam perjalanan. Pakan yang diberikan adalah pakan prestarter broiler.
6. Menyalakan pemanas (brooder)
Apabila menggunakan pemanas gas, nyalakan dengan cara menyulut dengan kertas.
7. Mengontrol kondisi DOC
Anak ayam memerlukan suhu yang ideal untuk pertumbuhannya.
Tabel 1.  Rekomendasi Suhu Dalam Kandang Indukan Ayam Kampung
Umur Ayam Kampung (hari)
Suhu (0C)*  Cipanas
Suhu (0C)** Cianjur
0 – 3
30 – 33
35
4 – 7
29 – 31
35
8 – 14
27 – 30
28 – 30
15 – 21
25 – 28
25
22 – 30
24 – 26
25
Sumber :  *Jimmy’s Farm (2010), ** Tawardi (2011)
Untuk mengetahui DOC dalam keadaan nyaman atau tidak nyaman dapat dilakukan dengan cara mengamati atau memperhatikan kondisi DOC.
1.      Panas cukup, anak ayam akan menyebar ke dalam kandang.
2.      Terlalu panas, anak ayam akan menjauh dari pemanas.
3.      Kurang panas, anak ayam akan mendekat ke pemanas.
4.      Ada gangguan, anak ayam akan berada pada satu tempat secara berkelompok.
v  Memberi pakan dan air minum
Cara pemberian pakan ayam kampung pedaging sebagai berikut :
1.    Pakan yang diberikan adalah pakan prestarter broiler berbentuk fine crumble  (< 2 minggu) dan starter broiler berbentuk crumble (> 2 minggu – panen).
2.    Pemberian pakan secara ad libitum artinya ransum selalu tersedia sepanjang hari. Pengisian tempat pakan sebaiknya 1/3 – 2/3.
3.    Tempat pakan harus selalu dalam keadaan bersih, minimal satu hari sekali dibersihkan.
Cara pemberian air minum ayam kampung pedaging sebagai berikut :
1.    Air minum yang diberikan hendaklah memenuhi persyaratan kesehatan, yaitu bersih, tidak berwarna, tidak mengandung racun.
2.    Air minum selalu tersedia sepanjang hari, pengisian tempat air minum sebaiknya 2/3.
3.    Tempat air minum harus selalu dalam keadaan bersih, minimal satu hari sekali dibersihkan.
F.     Layout Peternakan Ayam kampung











BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
a)      Studi kelayakan usaha adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu usaha dilaksanakan dengan berhasil. Kalau seseorang atau pihak melihat suatu kesempatan usaha, maka timbul pertanyaan, apakah kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan secara ekonomis? Apakah  bisa mendapatkan suatu tingkat keuntungan yang cukup layak dari usaha tersebut? Pertanyaan pertanyaan tersebut yang sebenarnya mendasari dijalankannya studi kelayakan
b)      Pembangunan peternakan merupakan rangkaian kegiatan yang berkesinambungan untuk mengembangkan kemampuan masyarakat petani khususnya masyarakat petani peternak, agar mampu melaksanakan usaha produktif dibidang peternakan secara mandiri
c)      Analisis SWOT adalah suatu metode penyusunan strategi perusahaan atau organisasi yang bersifat satu unit bisnis tunggal.  Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut
d)     Pemeliharaan ayam kampung secara intensif  dapat meningkatkan produksi, mencegah wabah penyakit, memudahkan dalam tatalaksana pemeliharaan dan kontrol produksi. Pada saat ini ayam kampung dapat dipelihara seperti ayam ras pedaging, baik pengelolaan kandangnya, pemberian pakan dan air minumnya, penanganan kesehatan-nya, pencatatannya maupun pemanenannya.
e)      Peluang Usaha Ayam kampung penghasil telur tetas di pengaruhi oleh tingginya permintaan DOC ( Day Old Chick ) , dan kurangnya penyedia telur ayam kampung untuk ditetaskan . Oleh sebabitu harga DOC ayam kampung relatif stabil . Melirik kembali usaha pemeliharaan induk ayam kampung sebagai penghasil telur tetas menurut kami tidak ada salahnya dan belum terlambat.
f)       Bibit ayam kampung (DOC) harus berkualitas dan mampu bertumbuh dengan baik,sehingga FCR (feed Conversion ratio)nya standar, tidak mudah terserang penyakit dan mampu panen tepat waktu dengan kondisi yang baik, usahakan selalu mengutamakan DOC/bibit yang berkualitas karena 60 Persen

g)      Jenis ayam kampung yang bisa diusahakan sebagai penghasil telur adalah ayam kampung asli (ayam sayur, ayam buras, ayam berkeliaran dan sebutan lainnya), ayam nunukan, ayam kedu putih, ayam kedu hitam, ayam pelung dan jenis lainnya. Dari jenis tersebut produksi telur tertinggi (per tahun) secara berurutan adalah ayam kedu hitam, kedu putih, dan nunukan, pelung dan sayur.          


B.     Kritik Dan Saran
Penulis menyadari makalah ini mungkin masih jauh dengan kata sempurna. Akan tetapi bukan berarti makalah ini tidak berguna. Besar harapan yang terpendam dalam hati semoga makalah ini dapat memberikan sumbangsi pada suatu saat terhadap makalah tema yang sama. Dan dapat menjadi referensi bagi pembaca serta menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua













DAFTAR PUSTAKA
Kasmir dan Jakfar. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Kedua. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.
Tanjung, Baharuddin Nur. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Proposal, Skripsi, dan Tesis). Medan: Kencana Prenada Media Group, 2005.   
Ahman, Rinota. Wawancara. Stabat. 16 Desember 2009.
Tillman, Antonius Suwanto, 2002, Bioteknologi, Pusat Penerbit Univ. Terbuka Jakarta.
Radiopetra. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. UGM Press. Yogyakarta
Suyitman, S. Jalaluddin, A. Muhammad, N. Muis, Ifradi, N. Jamaran, M. Peto, dan Tanamasni. 2003. Agrostologi. Diktat. Program Studi Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan UNAND. Padang.
Tillman, A. D,. H. Hartadi, R. Soedomo, P. Soeharto, dan L. soekanto. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah mada university press. Yogyakarta