Minggu, 05 Mei 2013

ETHOLOGI TERNAK TERAPAN DAN REPRODUKSI



ETHOLOGI TERNAK TERAPAN

DAN REPRODUKSI

 

        Dahulu domestikasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan :

ø Pangan

ø Bulu (wool)

ø Tenaga kerja

Keuntungan yang tinggi dapat diperoleh melalui :
·        Manipulasi reproduksi ternak untuk meningkatkan ke-mampuan reproduksi ternak
·        Seleksi genetik, sehingga ternak mampu berproduksi tinggi dan paling menguntungkan.
Untuk proses tersebut perlu diketahui :
ø    Pubertas (dewasa kelamin)
ø    Saatnya (musim) kawin
ø    Proses perkawinan
Reproduksi itu sendiri dikontrol oleh faktor-faktor intern  dan ekstern.

Rangsangan Secara Umum
SAPI
Ternak dengan libido aktif menunjukkan
ø   Sexual Active Group (SAG)
ø   Tampak tanda-tanda siap melakukan perkawinan

KAMBING JANTAN
ø   Bau Badan  à Air Kencing, Semen

DOMBA JANTAN
ø   periode / musim kawin à wool berbau wax
BABI
ø   kelenjar air liur à sekresi zat : androstenol, androstenon.
ANJING (JUGA TERNAK LAIN )
ø   betina berahi à sering urinasi.

IDENTIFIKASI RANGSANGAN :
siap kawin memperlihatkan :
ø     tanda-tanda berahi yang khas
ø     memilih lawan jenisnya.
ø     apakah lawan jenisnya dapat / siap kawin.

MENGENALI HEWAN LAIN

§   BABI, KUCING (MANUSIA)
­  pertemuan muka dengan muka, hidung dengan hidung.
§   ANJING, SAPI, DOMBA/KAMBING
­  pertemuan kepala, ekor, perut
§   KUDA
­  salah satu atau keduanya.cara tersebut diatas.


PENYERENTAKAN RANGSANGAN
­    Teman kawin diketahui à perlu : rangsangan untuk : dan , agar perkawinan berhasil  à  dengan rang-sangan external à proses sinkronisasi.

a. FISIOLOGIS :
berahisiap kawin à rangsangan hormonal
b.    RANGSANGAN SEXUAL
­  aktivitas pra-coitus memuncak
­  mendekatisecara agresif
­  diam, siap dirangsang
­  kopulasi à penempatan spermatozoa dalam  alat reproduksi betina.

FLEHMEN
­  Respon yang diperlihatkan selama periode perangsangan sexual pada angulata.
­  Mendeteksi betina berahi
­  Vemoronasalis
­  Feremon
Cara : kepala dingkat à dijulurkan, bibir atas dilipat keatas, mulut sedikit dibuka
Saluran buntu diantara rongga hidung à langit-langit.

Di Padang Rumput :
­    mencium daerah vulva / anus
­    respon betina berahi à urinasi
­    respon jantan          à flehmen à mencium urine à feremon

ETHOGRAM TERNAK SEBAGAI DASAR REPRODUKSI

DOMBA
­    siklus  berahi       : 16 – 20 hari (16/17 hari)
­    lama berahi         : 24 – 36 (30) jam
­    daerah tropis       : berahi sepanjang tahun
­    daerah subtropis  : berahi bermusim à saat hari terang (day length)  pendek

PENELITIAN :

ø   BETINA AKTIF MENCARI JANTAN (75%)
­  jantan diikat   à mengawini betina pengalaman 66%
­  jantan bebas à mengawini betina 84 %

PERKAWINAN :
­   Di kandang (koloni)
Hierarkhi à berperan sangat penting
­   Dilepas (kelompok)
ø   jantan dominan tidak mampu mempertahankan kelompoknya,
ø   jantan subordinat dapat kawin dengan jumlah sama
­   Keadaan tertutup :
ø   Jantan dominan – kandang terpisah – menghalangi jantan subordinat untuk kawin à “pengaruh pemirsa” (audience efect)

Betina berahi : berkelompok sekitar jantan dominan
­  dapat kawin dengan jantan dominan/subordinat
­  betina keluar daerah pandang jantan (audience area) à kawin dengan jantan subordinat.

Tingkah Laku Betina Dewasa Merangsang Jantan
ø    menoleh kebelang
ø    mengibaskan ekor
ø    mensium skrotum jantan
ø    berdiam diri
Betina  Muda
ø   pola kawin kurang sempurna
ø   tidak mencari jantan
Betina Pubertas
ø    dikawin à menjatuhkan diri / diam diri
Domba Jantan
ø    Non Worker :  Jantan muda tidak mau kawin, walau kualitas semen baik
ø    Worker        : Jantan muda yang sudah biasa kawin.

Rangkaian perangsangan sampai terjadi sampai kopulasi pada domba :
­  menyelidiki
­  mendorong menyepak
­  menaiki :  penis masuk, ejakulasi, kepala kebelakang


KAMBING
Tingkah laku seksual jantan sedikit berbeda dari pada domba jantan
ø    Masturbasi
­  menyebarkan  : urine, semen ke bulu, dagu.
ø                           Memiliki kelenjar : dekat tanduk bawah ekor       à  bau khas.
ø    Jantan pamer diri
­  Mengangkat kepala diatas kepala, punggung betina.
­  Kepala agak kebawah, mendatar, sering berputar. Leher dijulurkan arah tanah mengikuti gerakan betina.
­  Bulu leher dan pundak didirikan.
­  Sering mengembik.
­  Menendang-nendang tanah di depan betina
­  Menjulurkan lidah
­  Bersuara besar, rendah (menebar bau dari mulut)
ø    Menguji betina berahi :
­  jantan mencium daerah anus/vulva
­  betina urinasi sambil bergerak
­  jantan mencium urine à flehmen
­  mengikuti / tidak.

Pejantan : tertua, paling dominan, melakukan hampir seluruh perkawinan.
Perbandingan perkawinan jantan :
­  tua         à  3 ekor betina berahi à 12 kali
­  muda      à  3 ekor betina berahi à   1 kali


SAPI
BETINA DALAM KELOMPOK :
­  menjelang / sedang berahi        à saling menaiki sesamanya
­  sebagai tanda bagi jantan
­  dimanfaatkan oleh peternak untuk mendeteksi berahi :
ø    pangkal ekor dicat “luminous”
betina berahi sering dinaiki à cat pada ekornya menjadi kabur
ø    kegagalan à 5 %

JANTAN
ø   tidak dapat mendeteksi betina berahi pada jarak > 1 m melalui indra penciumannya.
ø   dapat mendeteksi betina berahi dalam kelompo kecil.

BABI
KEADAAN LIAR
­  tinggal dalam daerah padat kelompok keluarga kecil à satu/lebih betina, dengan turunan.
­  Jantan tinggal terpisah, bergabung bila musim kawin tiba.

PROSES PERKAWINAN ADA 4 (EMPAT) FASE :
1.       dialam bebas ; betina mulai mencari jantan beberapa hari setelah sebelum timbul berahi.
2.       interaksi sosial ; betina dan jantan mulai kontak hidung dengan hidung, dan seterusnya.

3.       jantan bertingkah laku merangsang betina; jarak dekat : jantan menditeksi berahi betina à menciumi vulva dan bagian samping, gigitan mesra dan mendorong, jantan berteriak khas, keluar feromon pada air ludah (kelenjar ludah à rahang bawah)
 

4.       kopulasi
­    isyarat untuk kopulasi à betina diam tidak bergerak à sekitar 5 menit
­    merupakan proses panjang à 3 – 20 menit
­    jantan menaiki betina à penis masuk vagina sam-pai serviks
­    terjadi beberapa kali ejakulasi, istirahat, dorongan, bergantian selama kawin.
­    jantan menjilati punggung betina.
­    jumlah semen sekitar 500 ml
­    selesai ejakulasi, jantan turun, penis masuk preputium.

Tanda – tanda berahi betina :
­  vulva bengkak, merah à 2 – 6 hari sebelum berahi
­  keluar lendir dari vagina
­  menciumi alat kelamin betina lainnya
­  menaiki/siap dinaiki betina lainnya
­  nafsu makan turun
­  berdiri kaku, tidak bergerak
­  punggung diraba/diduduki à diam/bungkuk
­  gigi gemertak khusus
­  tidak tenang ; menaiki tempat makanan mencari jantan.


 

Betina sebaiknya dikawinkan pada hari kedua dan hari ter-akhir masa berahi.

JANTAN
­  pemasangan cincin hidung, agar
­                      tidak merusak lantai
­                      tidak menyeruduk orang/betina
­                      memudahkan penanganan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar